buBud`oNLine
  Home
 

  Assalaamu'alaikum Bro !!!

Hidup awaQ adalah jalan awaQ. Penuh dilema yang orang ga pernah tahu. awaQ cuma manusia biasa yang hanya ingin kedamaian dan kegembiraan. Namun di balik itu semua awaQ paham akan ada kesedihan dan kedukaan dalam perjalanan hidup ini. Namun terkadang awaQ tak sanggup untuk menjalaninya. Mau ga mau kita memang harus sudah siap menghadapi tantangan hidup ini. Butuh ilmu untuk mengatasinya. awaQ adalah tipikel orang yang seneng banget dengan kesunyian ketika malam penuh dengan keromantisan, bersama sang kekasih dan bintang-bintang. Kesunyian bisa membuat kita hanyut dalam belaian cinta dan kasih sayang. Kesunyian pula yang membawa pikiran kita menuju ketenangan dan kelembutan. 

Namun awaQ juga paling demen dengan keramaian dan kegembiraan. Canda dan tawa menjadi pelepas kesedihan dan wakil keriangan hati bersama kawan-kawan, kenalan bahkan dengan org2 yang tak dikenal. Meski terasa sakit untuk dibuai namun keramaian dan kehisterisan merupakan pernik kehidupan yang harus dijalani demi menghilangkan sebuah kejenuhan. Media ini pula menjadi jembatan aWaQ denganMoe. 

[ bubud-online.co.nr ]

______________________________________________________________________

Survei: Remaja Indonesia Punya Pengalaman Seks
Sejak Usia 16


Siapa nyana, ternyata sebagian besar remaja merasa tidak cukup nyaman curhat sama orang tuanya, terutama bertanya seputar masalah seks. Makanya, mereka lebih suka cari tahu sendiri melalui sesama teman ... dan nonton blue film.
Setidaknya, hasil itu menjadi salahsatu kesimpulan yang mengemuka dalam paparan hasil penelitian Synovate Research tentang perilaku seksual remaja di 4 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan.

Survey ini mengambil 450 responden dari 4 kota itu dengan kisaran usia antara 15 sampai 24 tahun, kategori masyarakat umum dengan kelas sosial menengah keatas dan kebawah. Selain itu, juga diberikan pembagian terhadap para responden ini berdasarkan aktivitas seks yang aktif dan pasif.
Dari penelitian yang dilakukan sejak September 2004 itu, Synovate mengungkapkan bahwa sekitar 65% informasi tentang seks mereka dapatkan dari kawan dan juga 35% sisanya dari film porno. Ironisnya, hanya 5% dari responden remaja ini mendapatkan informasi tentang seks dari orang tuanya.

Para remaja ini juga mengaku tahu resiko terkena penyakit seksual (27%) sehingga harus menggunakan kontrasepsi (27%). Tapi, hanya 24% dari responden ini yang melakukan preventiv untuk mencegah penyakit AIDS menghinggapi mereka.
Berpengalaman sejak 16 tahun
Dalam penelitian ini juga menarik untuk melihat pengalaman seksual remaja di 4 kota ini. Sebab, 44% responden mengaku mereka sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16 sampai 18 tahun. Sementara 16% lainnya mengaku pengalaman seks itu sudah mereka dapat antara usia 13 sampai 15 tahun.

Selain itu, rumah menjadi tempat paling favorit (40%) untuk melakukan hubungan seks. Sisanya, mereka memilih hubungan seks di kos (26%) dan hotel (26%).
Uniknya, para responden ini sadar bahwa seharusnya mereka menunda hubungan seks sampai menikah (68%) dan mengerti bahwa hubungan seks pra nikah itu tidak sesuai dengan nilai dan agama mereka (80%). Tapi, mereka mengaku hubungan seks itu dilakukan tanpa rencana. Para responden pria justru 37% mengaku kalau mereka merencanakan hubungan seks dengan pasangannya. Sementara, 39% responden perempuan mengaku dibujuk melakukan hubungan seks oleh pasangannya.

Karenanya, ketika ditanya bagaimana perasaan para responden setelah melakukan hubungan seks pra nikah itu, 47% responden perempuan merasa menyesal karena takut hamil, berdosa, hilang keperawanan dan takut ketahuan orang tua.
"Mereka juga tahu bahwa ada beberapa jenis penyakit yang ditularkan dari hubungan seksual. Misalnya 93% tahu tentang AIDS dan 34% tahu Sipilis. Kalau tentang AIDS, mereka 82% tahu dari televisi, 20% dari internet dan hanya 10% yang tahu dari orang tuanya," kata camita Wardhana, Project Director Synovate yang mempresentasikan hasil penelitian ini.
Perlu informasi lebih lengkap
  • Meskipun hasil penelitian ini bukan hal yang baru bagi masyarakat saat ini, tetap saja perlu hati-hati menyikapinya agar tidak menjadi salah persepsi.
Adrianus Tanjung, Kepala Divisi Komunikasi Informasi, Edukasi dan Advokasi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) melihat, meskipun hasil penelitian ini memberikan gambaran rata-rata pada perilaku remaja kita saat ini, ada beberapa faktor yang bisa saja bias.
"Seperti pembagian remaja yang aktif dan pasif secara seksual dalam penelitian ini, masih bisa diperdebatkan. Misalnya, apakah jika remaja yang pernah sekali melakukan hubungan seksual tapi lalu tidak melakukannya lagi, itu tetap dalam kategori aktif secara seksual?"

Namun, ia melihat bahwa hasil penelitian ini memberikan kecenderungan yang makin menguat bahwa para remaja ini membutuhkan tempat yang nyaman untuk mencurahkan perasaan atau bertanya seputar seks.
"Mereka sulit tanya ke orangtua karena bisa aja orangtua nggak tahu .Selain itu, mungkin juga mereka membutuhkan tempat yang didesain nyaman supaya mereka mau datang ke konseling seks," tambah Tanjung.

Sebab itu, PKBI yang juga pernah mendapatkan hasil serupa dari penelitian sejenis beberapa waktu lalu ini, menurut Tanjung, akan mencoba memberikan konseling lebih detil tentang alat-alat reproduksi kepada remaja. Caranya dengan masuk ke sekolah-sekolah melalui kegiatan ekstra kulikuler seperti Pramuka.
"Ini penting agar mereka mengerti organ reproduksi mereka sendiri, mulai dari pembuahan sampai hamil dan melahirkan. Dengan begitu, mereka akan lebih dapat menjaga diri sendiri, tahu resiko-resikonya, meskipun tidak selalu dalam pantauan orangtua," demikian Andrianus Tanjung. 

sumber: Kompas Cyber Media, Jumat, 28 Januari 2005


______________________________________________________________________

PESTA DANAU TOBA DI UNDUR DEMI PRESIDEN

Akhirnya, Sumut Ditunjuk Sebagai Salah Satu Destinasi Pariwisata Unggulan

MEDAN, SELASA - Pesta Danau Toba yang sedianya digelar 13-16 Juni terpaksa diundur hingga satu bulan, menjadi 14-16 Juli demi kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden dijadwalkan akan membuka secara resmi kegiatan yang telah absen selama 11 tahun tersebut.

Menurut Ketua Pelaksana Pesta Danau Toba Sujono Manurung, pengunduran waktu Pesta Danau Toba ini untuk menghormati kesediaan Presiden meresmikan pembukaan acara tersebut. Presiden juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Utara. "Tanggal 14 Juli pagi, Presiden akan menghadiri acara panen raya di Simalungun. Sore harinya Presiden membuka Pesta Danau Toba dan menginap semalam di Parapat, sebelum keesokan harinya berangkat ke Mandailing Natal," ujar Sujono di Medan, Selasa (3/6).

Meski diundur waktunya, salah satu kegiatan dalam Pesta Danau Toba, yakni lomba balap sepeda internasional Tour de Toba tetap digelar sesuai jadwal semula, 13-16 Juni. Sujono mengungkapkan, balap sepeda Tour de Toba akan diikuti pembalap dari luar negeri yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam dan Australia. Tim-tim balap sepeda dari luar negeri tersebut sudah lama mempersiapkan diri.

  

 

Start lomba balap sepeda dilakukan di Medan, selanjutnya akan menempuh empat etape. Etape pertama Medan-Berastagi, etape kedua Berastagi-Pematang Siantar, etape ketiga Pematang Siantar-Parapat dan etape terakhir mengelilingi Pulau Samosir. Balap sepeda Tour de Toba digagas panitia untuk merefleksikan keindahan panorama Danau Toba.

Sujono mengungkapkan, panitia tak terlalu khawatir meski pengunduran jadwal Pesta Danau Toba sama artinya menggelar even tersebut bukan pada saat liburan sekolah. Menurut dia, Pesta Danau Toba tidak semata-mata untuk menarik kembali jumlah wisatawan datang ke beberapa obyek wisata di danau terbesar se-Asia Tenggara tersebut. "Dari berbagai kegiatan olah raga dan seni budaya sebenarnya kami sudah membuatnya secara massal. Kegiatan ini tidak akan menjawab persoalan mengapa sekarang orang tidak lagi datang ke Danau Toba. Tetapi paling tidak dengan kegiatan ini kami berharap Danau Toba kembali lagi ada gaungnya," katanya.



Kepala Badan Pariwisata Daerah Sumut Henry Hutabarat mengakui, ada keinginan besar menghadirkan Presiden saat pembukaan Pesta Danau Toba. Selain gaungnya jadi lebih besar, menurut Henry, praktisi pariwisata di Sumut juga bisa langsung mengemukakan persoalan kemajuan pariwisata di daerah kepada Presiden.

"Kami bisa keluarkan semua unek-unek pengembangan pariwisata di Sumut, seperti pengembangan infrastruktur menuju Danau Toba, hingga tak adanya lagi penerbangan langsung dari Eropa ke Medan," katanya




info selengkapnya   www.sumateratourism.com
______________________________________________________________________

Rakyat Indonesia Kian Banyak Bunuh Diri

Posted in Berita - Nasional by adrians on the Juni 15th, 2008

Sumber : Era Muslim

“Zaman edan. Semua sekarang serba mahal. Yang murah cuma janji para pemimpin.” Demikian sebuah spanduk putih yang ditempel di belakang terminal transit Pasar Rumput yang berseberangan dengan Pasaraya Grande, Jakarta. Orang-orang yang hendak menunggu metromini di sana pasti melihat dan membaca spanduk ini.

Suroto (34), tukang rokok yang tiap hari berjualan di sekitar terminal mengaku tidak tahu kapan tepatnya spanduk itu dipasang di sana. “Tapi isinya kan bener Mas, saya dan teman-teman di sini pun setuju dengan itu, ” ujarnya kepada eramuslim yang tengah menunggu bus (14/6)

Suroto dan banyak rekan-rekannya sesama pedagang asong mengaku jika sekarang ini hiudpnya tambah sulit. “Dulu sudah susah Mas, tapi sekarang kayanya kok tambah susah saja. Uang itu gak ada nilainya lagi.”

Selama pemerintahan SBY-JK yang kini sudah mendekati usia lima tahun, kehidupan rakyat Indonesia memang kian melarat. Jurang kesenjanagan sosial antara rakyat banyak dengan para pejabat negara dan aparatnya kian dalam dan lebar. Tidak perlu data survey BPS atau survei-survei dari lembaga survei partikelir atau lembaga bayaran dari kelompok ini dan itu, yang mengatakan jika angka kemiskinan di Indonesia telah menurun, tapi kenyataan di lapangan sulit untuk dibantah jika orang-orang miskin di Indonesia ini kian lama kian meningkat drastis.

Salah satu indikator tentang betapa frustasinya rakyat kecil menghadapi kehidupan yang makin sulit adalah tingginya angka bunuh diri yang terjadi. Menurut data dari Kepolisian Wilayah Banyumas saja, dalam tempo empat bulan sejak Januari hingga April 2008, rakyat miskin yang melakukan bunuh diri di wilayah yang kecil tersebut sudha mencapai 28 orang.

Kepala Kepolisian Wilayah (Kapolwil) Banyumas, Kombes Pol Boy Salamudin, menyatakan para pelaku biasanya menggunakan seutas tali atau minum racun serangga untuk mengakhiri hidupnya. Dan seluruh kasus tersebut disebabkan mereka tidak kuat menahan kemiskinan yang kian melilit hidupnya. ”Setelah kita data dan rekap semua kasus bunuh diri yang terjadi di jajaran Polwil Banyumas, ternyata semuanya karena kemiskinan, ” ungkap Boy yang menambahkan data di tahun 2007 ada 59 kasus bunuh diri terjadi di daerahnya.

Kemiskinan di Indonesia sama sekali bukan diakibatkan masyarakatnya malas bekerja. Rakyat Indonesia adalah pekerja keras. Namun walau sudah bekerja keras, banting tulang atau jika perlu memeras keringat dan darah, tetap saja mereka miskin. Uang halal yang peroleh tidak mampu mengangkat kehidupan mereka keluar dari lubang kemiskinan.

Di lain sisi, kehidupan orang-orang yang tadinya biasa saja, setelah menjadi pejabat, kehidupannya berubah drastis. Yang tadinya pengangguran kini ke mana-mana naik mobil pribadi. Yang tadinya biasanya pake kaos dan sarungan tiap hari—terutama anggota DPR—sekarang ke kamar mandi pun pakai dasi dan jas.

Kemiskinan di Indonesia disebabkan pengkhianatan para pejabat negaranya terhadap rakyatnya sendiri. Mendekati pemilu, seperti sekarang ini, mereka mengeluarkan ribuan janji muluk kepada rakyat, namun setelah berkuasa, janji itu mereka lupakan. Yang mereka kejar pertama kali adalah mengejar Break Event Point mahar politik yang sudah diserahkan kepada pihak-pihak tertentu saat pemilu atau pilkada.

Yang kedua, menghimpun dana sebanyak-banyaknya agar empat tahun ke depan sudah punya modal yang sangat cukup agar bisa terpilih lagi.

Ketiga, mengutak-atik anggaran negara mencari celah agar bisa dimanfaatkan sebanyak-banyaknya demi kepentingan diri, keluarga, partai, dan kelompoknya sendiri. Untuk kesejahteraan rakyat? Itu nomor ke seratus juta.

Di tahun 1990-an, Dr. Arief Budiman, Sosiolog yang kini menetap di Australia, menyatakan, “Dari sepuluh peraturan yang dikeluarkan wakil rakyat, maka sembilannya untuk kepentingan si pejabat.” Hal ini sudah berlangsung puluhan tahun di bumi pertiwi ini dan terus menggila sampai sekarang.

Lantas jika demikian faktanya, masih pentingkah kita ikut pemilu?
______________________________________________________________________



______________________________________________________________________

FPI BENTENG UMMAT ISLAM
 


Front Pembela Islam (FPI) oleh kaum kafir lebih dikenal dengan sebutan "Islam Defenders Front". Selama ini perjuangan FPI dalam menegakkan kebenaran dan keadilan sesuai Syariat Islam didukung sepenuhnya oleh ormas-ormas Islam di Indonesia. Perjuangan FPI memang layak diacungi jempol karena membuat takut para pelacur, waria, pemabuk, penjudi, penzina dan deretan pendosa lainnya. FPI juga anti-Yahudi, anti ajaran selain Islam, anti-komunis, anti-kemusyrikan dan lainnya.

FPI menjadi sangat terkenal karena aksi-aksinya yang kontroversial sejak tahun 1998.   Terutama yang dilakukan oleh laskar paramiliternya yakni Laskar Pembela Islam . 


Rangkaian aksi penutupan klab malam, tempat pelacuran dan tempat-tempat yang diklaim sebagai tempat maksiat, ancaman terhadap warga negara tertentu, penangkapan (sweeping) terhadap warga negara tertentu, konflik dengan organisasi berbasis agama lain adalah wajah FPI yang paling sering diperlihatkan dalam media massa.
Anggota FPI mengangkat mayat pada bencana tsunami di AcehWalaupun disamping aksi-aksi kontroversial tersebut FPI juga melibatkan diri dalam aksi-aksi kemanusiaan antara lain pengiriman relawan ke daerah bencana tsunami di Aceh.Tindakan FPI sering dikritik berbagai pihak karena tindakan main hakim sendiri yang berujung pada perusakan hak milik orang lain. Pernyataan bahwa seharusnya Polri adalah satu-satunya intitusi yang berhak melakukan hal tersebut dijawab dengan pernyataan bahwa Polri tidak memiliki insiatif untuk melakukannya.

 Habieb Rizieq, sebagai ketua FPI, menyatakan bahwa FPI merupakan gerakan lugas dan tanpa kompromi sebagai cermin dari ketegaran prinsip dan sikap. Menurut Rizieq kekerasan yang dilakukan FPI dikarenakan kemandulan dalam sistem penegakan hukum dan berkata bahwa FPI akan mundur bila hukum sudah ditegakkan. Ia menolak anggapan bahwa beberapa pihak menyatakan FPI anarkis dan kekerasan yang dilakukannya merupakan cermin kebengisan hati dan kekasaran sikap.

 Namun ketakutan itu dilatarbelakangi dengan kekerasan yang dianggap beberapa kalangan tidak mencerminkan Islam yang cinta damai dan rahmatal lil'aalamien. Jika kekerasan dapat membuat maksiat takluk kenapa tidak. Namun kekerasan yang tidak manusiawi tetap saja tidak dibenarkan oleh agama manapun. Untuk itu perlu sebuah pembinaan atau pengelusan kepada FPI agar bisa lebih baik lagi dalam menegakkan syari'at Islam.

Saya berpikir bahwa Ketidakpopuleran FPI saat ini disebabkan karena apa yang dilakukan FPI tidak dibenarkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya muslim. Padahal yang dilakukan FPI adalah sebuah tugas dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia dan menilai aparat kepolisian belum dapat tegas dan lugas dalam menegakkan hukun dan keadilan tersebut. Disamping itu, prinsip yang dipakai oleh Indonesia dan FPI berbeda. Jelas bahwa FPI memegang prinsip Syari'at Islam yang benar, bathil adalah bathil dan haq adalah haq. Sedangkan Indonesia adalah prinsip pancasila yang aneka ragam dalam berkehidupan bermasyarakatnya dan tidak memaki hukum Islam. Padahal Indonesia adalah masyarakat muslim terbesar di dunia. Tetapi Islam Indonesia bukanlah Islam yang fanatik dan Islam yang tidak melaksanakan Syari'at atau hukum-hukum Islam yang telah ditetapkan oleh Alloh SWT, tuhan mereka. Padahal sebagai pengikut agama yang baik dan Alloh telah menetapkan Islam sebagai agama yang sempurna harus mengikuti apa yang diperintahkan-Nya. Perintah menegakkan syari'at Islam. Faktanya Masyarakat muslim di Indonesia tidak demikian. Inilah yang menjadi persoalan ketika keyakinan hanya sebuah warisan bukan prinsip dari dalam diri manusia.

  


Islam memang tidak mengajarkan kekerasan kepada siapapun. Namun Islam mengajarkan ketegasan dalam menindak sesuatu yang bathil dan keluar dari prinsip-prinsip Islam. Itu pun harus melalui beberapa proses. Beritahulah dengan mulutmu, jika tidak mampu maka dengan tanganmu (kekuatanmu), jika tidak berhasil berdo'alah kepada Alloh atas kebathilan yang mereka perbuat. Disini jelas bahwa Islam tidak mengajarkan kekerasan.

FPI sepertinya sebuah gambaran kepada pihak kepolisian yang punya tugas dan tanggungjawab penuh dalam menegakkan hukum, keadilan dan keamanan di negeri ini. Maka apa yang dilakukan FPI seharusnya bisa menjadi pembelajaran bagi aparat untuk tegas dalam bertindak dan konsekuan terhadap segala sesuatu yang menganggu dan meresahkan masyarakat seperti apa yang telah di basmi oleh FPI. FPI memang pemberantas maksiat yang berani mati dan membentengi serta membela umat Islam jika dilakukan dengan aksi yang lebih manusiawi dibandingkan dengan aparat kepolisian. Mayarakat muslim Indonesia pun harus sadar bahwa selama ini sistem kehidupan yang mereka anut cuma Islam kosong harus segera diisi dengan pengetahuannya tentang agama mereka. Jadilah Muslim yang benar-benar muslim, buakn muslim yang separuh badan.

Isu krusial pembubaran FPI tidak akan menjadi pemecahan karena maksiat akan kembali berani memakai balutannya dengan bangga dimasyarakat. Jika pun ada penolakan, mereka akan "main belakang" dan tetap eksis di masyarakat. Tidak ada lagi yang dikhawatirkan jika aparat penegak hukum dan kemaksiatan tidak berbenah diri dalam penegakan hukumnya. Persoalan lain adalah masyarakat sendiri senang dan suka dengan maksiat itu dan tidak mau aktif dalam memerangi maksiat. Semoga tidak terjadi.

Kedamaian akan muncul jika semua elemen masyarakat dapat menghargai satu sama lain dan toleransi sangat diperlukan dalam mencapai Indonesia yang aman, damai dan terkendali. 

by buBud`
____________________________________________________________________________

PEMUDA MUSLIM MANFAATKAN TEKHNOLOGI CIPTAKAN SAJADAH CANGGIH
















Dengan menggunakan sajadah berteknologi tinggi ini, diharapkan bisa meningkatkan kualitas ibadah umat Islam, terutama saat menunaikan ibadah salat. Itulah yang diungkapkan Wael Aboulsaadat, mahasiswa bidang ilmu komputer, tentang sajadah berteknologi tinggi buatannya.

Aboulsaadat mahasiswa tahun keempat yang akan meraih gelar PhD di Universitas Toronto ini berhasil mendesain sajadah yang dilengkapi dengan sensor, lampu dan display untuk menampilkan tulisan ayat-ayat suci al-Quran dan bacaan-bacaan salat. Sensor akan mendeteksi posisi kita ketika sedang salat. Sensor akan mengeluarkan getar sebagai peringatan, jika penggunanya melakukan kesalahan sehingga menyebabkan sistem kacau, misalnya hilangnya sistem yang menunjukkan langkah-langkah ketika salat.

Sensor berupa getaran, kata Aboulsaadat, adalah cara untuk memberitahu adanya kesalahan tanpa harus mengganggu konsentrasi saat salat. “Sajadah ini akan meningkatkan kemampuan untuk membaca ayat-ayat suci al-Quran dan kualitas salat kita, ” ujarnya.

Sajadah elektronik ini, juga dilengkapi fitur untuk mengingatkan waktu-waktu salat dan hari-hari besar agama Islam, alat penunjuk arah atau kompas dengan gambar tiga dimensi masjid Haram Makkah untuk memudahkan penggunanya menemukan arah Ka’bah. Sajadah canggih itu juga dilengkapi lampu-lampu, yang bisa digunakan jika kondisi tempat salat gelap.

“Anda juga bisa mengatur dan memilih ayat-ayat suci al-Quran yang ingin dibaca dalam salat, ” tambah Aboulsaadat yang masih berusia 36 tahun itu.

Pembuatan sajadah berteknologi tinggi ini juga tidak sembarangan. Aboulsaadat melakukan konsultasi dengan seorang ulama untuk memastikan bahwa sajadah elektronik buatannya tidak melanggar aturan-aturan dalam Islam, terutama yang terkait dengan bacaan-bacaan al-Quran.

Aboulsaadat mengatakan, sajadahnya bisa menjadi prototipe dan bisa dikembangkan dan diadaptasi oleh agama lain untuk membuat alat serupa untuk mempermudah peribadahan agama masing-masing. (ln/iol)

____________________________________________________________________________




________________________________________________________________________________________________


© buBud`onLine 2008

 
  :::: Hari ini, telah 3 visitsyang mengunjungi buBud`oNLine ::::